Header Ads

Header ADS

Meneladani Ketaatan Malaikat Allah Swt


Kultum Ramadhan: Meneladani Ketaatan Malaikat Allah Swt

Ahmad Zanin Nu’man, S.Pd.I., M.Pd.I.

Ketua Majelis Tabligh PDM Kab. Sukoharjo

 

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
ٱلْحَمْدُ لِلّٰهِ ٱلَّذِي لَا يَعْصُونَ ٱللّٰهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ، وَجَعَلَ ٱلْمَلَائِكَةَ عِبَادًا مُكْرَمِينَ.
نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.
وَٱلصَّلَاةُ وَٱلسَّلَامُ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

 

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah ....

Seperti yang kita pahami dalam Al-Qur’an Surat al-Baqarah/2 ayat 30 dijelaskan bahwa malaikat pernah bertanya kepada Allah SWT ketika hendak menciptakan manusia. Malaikat bertanya, "Apakah Engkau akan menciptakan makhluk yang kerjaannya merusak dan menumpahkan darah, sementara kami senantiasa bertasbih dan memujiMu?". Allah swt menjawab, "Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."

Dari percakapan tersebut jelas bahwa Allah SWT telah menciptakan malaikat sebelum diciptakannya manusia.

Sama seperti manusia, malaikat juga termasuk makhluk Allah SWT. Meskipun kita belum pernah melihat mereka, kita harus percaya bahwa mereka ada. seperti yang dijelaskan Allah SWT dalam surah al-Anbiya/21 ayat 19

وَلَه مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَنْ عِنْدَه لَا يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِه وَلَا يَسْتَحْسِرُوْنَ

Dan milik-Nya siapa yang di langit dan di bumi. Dan (Malaikat-malaikat) yang di sisi-Nya, tidak mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tidak (pula) merasa letih.”

 

Kultum Ramadhan: Puasa dan Kesehatan


Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah ....

Sebagaimana kita ketahui, malaikat adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah dari cahaya . Tidak seperti manusia, mereka tidak memiliki hawa nafsu dan tidak pernah berbuat dosa atau maksiat. Dalam surah At-Tahrim/66 ayat 6, Allah menggambarkan sifat malaikat dengan sangat jelas

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar dan keras. Mereka tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepadanya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

 

Ayat ini menunjukkan bahwa malaikat adalah makhluk yang sangat taat, tidak pernah membantah perintah Allah sedikit pun. Apa pun yang Allah tugaskan kepada mereka, semuanya dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

 

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah ....

Ketaatan malaikat bisa kita lihat dari berbagai tugas yang mereka emban. Sebagai Contoh :

  • Malaikat Jibril ditugaskan menyampaikan wahyu kepada para nabi, termasuk kepada Nabi Muhammad SAW. Ia melaksanakan tugas itu dengan sempurna, tanpa menambah atau mengurangi satu huruf pun.
  • Malaikat Mikail bertugas mengatur rezeki, tidak pernah lalai dan rizkipun tersampaikan dengan tepat tidak pernah salah alamat. 
  • Malaikat Israfil bersiap meniup sangkakala pada hari kiamat, menunggu perintah Allah tanpa keluh kesah sedikit pun.
  • Malaikat Izrail menjalankan tugas mencabut nyawa manusia dengan penuh ketaatan, tanpa memandang pangkat atau status sosial.
  • Malaikat Raqib dan Atid selalu mencatat atau merekam setiap amal perbuatan manusia, baik atau buruk, tanpa terlewat sedikitpun.

Begitu juga dengan malaikat yang lain, semua menjalankan perintah Allah dengan disiplin, ikhlas, dan tanpa berkeluh kesah. Inilah bentuk ketaatan sejati yang patut kita teladani.

 

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah ....

Memang benar, manusia berbeda dengan malaikat. Kita punya hawa nafsu, keinginan, dan kelemahan. Namun, di sinilah ujian terbesar kita. Walau tidak sempurna, kita bisa berusaha meneladani sifat ketaatan malaikat dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana caranya ?

1. Taat menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Kita laksanakan salat lima waktu tepat waktu, berpuasa, berzakat, berbuat baik kepada sesama, serta melaksanakan semua perintahnya dan menjauhi larangannya tanpa berkeluh kesah.


2. Disiplin dan tanggung jawab dalam tugas.

Jika malaikat tidak pernah lalai dalam tugasnya, maka kita pun harus rajin belajar, bekerja, atau beribadah tanpa menunda-nunda waktu.


3. Ikhlas dalam beramal.

Malaikat tidak pernah mengharap pujian atau imbalan. Maka, ketika kita berbuat baik, lakukanlah semata-mata karena Allah SWT. Ikhlas membuat kita tidak mudah kecewa, karena segala sesuatu yang dilakukan semata-mata untuk Allah pasti bernilai ibadah. Oleh karena itu, marilah kita terus berusaha menanamkan keikhlasan dalam setiap tindakan, sekecil apa pun itu.


4. Menjaga lisan dan perbuatan.

Malaikat Raqib dan Atid selalu mencatat apa yang kita ucapkan dan lakukan. Oleh karena itu, mari kita berhati-hati agar yang tercatat adalah amal baik, bukan maksiat dan dosa, agar kelak saat rekam jejak perbuatan kita ditunjukkan yang nampak adalah kebaikan-kebaikan yang kita lakukan bukan sebaliknya.

 

Jika kita berusaha meneladani ketaatan malaikat, maka kita akan menjadi hamba yang dekat dengan Allah. Kita akan terbiasa hidup dalam ketaatan, jauh dari kemaksiatan, serta selalu berusaha memperbaiki diri. Ketaatan bukan hanya dilakukan di masjid atau saat salat, tetapi juga dalam setiap aspek kehidupan  di rumah, di sekolah, di tempat kerja, bahkan termasuk di media sosial. Buya Yunahar Ilyas dalam “Kuliah Aqidah Islam” mengatakan bahwa jika beriman dan taat kepada Allah SWT maka manusia lebih mulia dari malaikat.

 

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah ....

Jika di era digital ini dengan kecanggihan teknologi yang ada mampu merekam jejak digital seseorang. Jejak digital seseorang tidak pernah benar-benar hilang. apa yang kita unggah hari ini, entah itu komentar yang ceroboh, foto yang memalukan, atau keluhan yang tidak bijak, bisa dengan mudah diabadikan dan disebarluaskan orang lain. Meskipun kita telah menghapusnya, salinannya mungkin sudah tersebar di berbagai sudut internet. Di kemudian hari, jejak ini bisa muncul kembali dan memengaruhi karier, hubungan personal, atau bahkan reputasi kita di mata masyarakat

Jika teknologi buatan manusia saja bisa secanggih itu, maka sebagai seorang muslim kita harus terus tanamkan kesadaran dalam diri kita bahwa sangat mudah bagi Allah untuk merekan semua jejak perbuatan kita tanpa terlewatkan sedikitpun, dengan kesadaran seperti itu kita akan berhati-hati dalam menjalani hidup karena selalu ada malaikat Allah yang mengawasi kita kapan pun  dan di manapun. Sebagaimana dijelaskan dalam QS. Qaf/50 ayat 18 Allah SWT berfirman,

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ اِلَّا لَدَيْهِ رَقِيْبٌ عَتِيْدٌ 

“Tidak ada suatu kata pun yang terucap, melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).”

 

Dan tentunya rekam jejak itu akan dimintai pertaggungjawaban di hadapan Allah SWT. Sebagaimana dalam QS. Az-Zalzalah/99 ayat 7-8 Allah SWT berfirman,

فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَه (٧) وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَه

(7) "Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya. (8) Siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya."


Semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada kita untuk selalu taat kepada-Nya seperti malaikat yang tidak pernah lalai. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang istiqamah dalam kebaikan hingga akhir hayat.

Buya Yunahar Ilyas pernah mengatakan, “Kepatuhan malaikat kepada Allah SWT sudah tabiatnya, sebab malaikat tidak memiliki hawa nafsu. Sedangkan kepatuhan manusia pada Allah SWT melalui perjuangan yang berat melawan hawa nafsu dan godaan syaitan.”

Akhir kata, marilah kita berdoa semoga Allah jadikan hati kita lembut dalam menerima perintah-Nya dan teguh dalam berjuang menjalankan ketaatan. Aamiin.

وَٱتَّقُوا۟ ٱللّٰهَ ٱلَّذِيٓ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ، فَإِلَيْهِ ٱلْمَصِيرُ.
وَٱللّٰهُ أَعْلَمُ بِٱلصَّوَابِ.
وَٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ.

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh Zemdega. Diberdayakan oleh Blogger.