Header Ads

Header ADS

Ujian Iman di Akhir Zaman


Kultum Ramadhan: Ujian Iman di Akhir Zaman

dr. H. Guntur Subyantoro, M.Si

Wakil Ketua PDM Sukoharjo


اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ، هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ :يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

 

Ma‘āsyiral Muslimīn raimakumullāh,

Dalam beberapa literatur Islam, akhir zaman dikaitkan dengan peristiwa-peristiwa yang mengguncang dunia dan menguji keimanan seseorang. Sehingga sebagai seorang muslim persiapan spiritual dan mental menjadi sangat penting untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut.

Sebelum memahami bagaimana persiapan diri tersebut, penting untuk mengenali tanda-tanda akhir zaman sebagaimana yang dijelaskan dalam Al Qur’an maupun Hadits Nabi SAW. Tanda-tanda tersebut terbagi menjadi dua bagian, yaitu tanda-tanda kecil (minor signs) dan tanda-tanda besar (major signs).

Tanda-tanda kecil di antaranya meliputi menurunnya akhlak dan moral manusia, banyaknya fitnah dan ujian yang membingungkan, melimpahnya kekayaan namun tidak membawa keberkahan, munculnya banyak orang yang mengaku sebagai nabi, serta semakin ditinggalkannya ilmu agama.

Sementara itu, tanda-tanda besar mencakup munculnya Imam Mahdi sebagai pemimpin yang adil, kedatangan Dajjal yang membawa fitnah terbesar bagi umat manusia, turunnya Nabi Isa AS. untuk menegakkan kebenaran, kemunculan Ya’juj dan Ma’juj yang menimbulkan kerusakan besar di muka bumi, serta terbitnya matahari dari arah barat yang menandai akhir kehidupan di dunia.

Dengan mengenali tanda-tanda akhir zaman ini kita harus teguh menjaga iman agar tidak tergelincir mengikuti hawa nafsu dan terperangkap dalam tipu daya dunia yang terlihat indah dipandang mata.

 

Kultum Ramadhan: Menghindari Penggunaan Hadits Dhaif


Ma‘āsyiral Muslimīn raimakumullāh,

Di antara 3 penyebab runtuhnya iman di akhir zaman.

1.  Jauh dari Masjid

Dari Abu Sa’id Al-Khudri RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda,

إِذَا رَأَيْتُمُ الرَّجُلَ يَعْتَادُ الْمَسَاجِدَ فَاشْهَدُوا لَهُ بِالإِيمَانِ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى (إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ) الآيَةَ

“Apabila kalian melihat seseorang biasa ke masjid, maka saksikanlah bahwa ia beriman. Allah Ta’ala berfirman, Orang yang memakmurkan masjid-masjid Allah adalah orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir. (QS. At-Taubah: 18)”. (HR. Ibnu Majah, no. 802; Tirmidzi, no. 3093. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini dha’if. Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali menyatakan sanad hadits ini dha’if, hadits no. 1060 dari Kitab Riyadhus Sholihin karya Imam Nawawi)

Hadits ini menjelaskan bahwa ke-tidak-hadiran seseorang di masjid menjadi salah satu ujian akhir zaman, faktor yang melemahkan iman kita.


2.  Jauh dari majelis ilmu

Majelis ilmu ibarat charger bagi keimanan kita, seperti halnya HP yang perlu diisi daya baterainya agar tetap hidup. Dengan menghadiri majelis ilmu, iman kita akan terawat dan semakin kuat, sedangkan menjauhinya dapat membuat iman melemah. Di akhir zaman ini, jika orang menjauhi majelis ilmu, maka sebenarnya imannya sedang diuji.

Abdullah bin Mubarak (118–181 H) ulama besar ilmu fiqih, sebagaimana ditulis Imam Adz-Dzahabi dalam Siyar A’lam An-Nubala’ [8: 398] beliau berkata: “Aku heran kepada seseorang yang tidak menuntut ilmu, bagaimana caranya jiwanya dapat mendorongnya untuk meraih kemuliaan?!”

Dengan kemajuan IT lewat medsos bukan berarti menghadiri majelis ilmu menjadi terabaikan, karena dalam majelis ilmu memiliki keberkahan dan keutamaan besar yang tidak didapat di tempat lain.


3.  Jauh dari ulama

Ulama adalah waratsatul anbiya (pewaris para nabi) dan salah satu sumber ilmu, selain sebagai referensi keilmuan, ulama memiliki berbagai macam peran dalam kehidupan umat.

Dalam hadis Riwayat Imam Al Bukhari Rasulullah SAW bersabda,

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَقْبِضُ العِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ العِبَادِ، وَلَكِنْ يَقْبِضُ العِلْمَ بِقَبْضِ العُلَمَاءِ، حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا، فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ، فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا

Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak mengangkat ilmu dengan sekali cabutan dari para hamba-Nya, akan tetapi Allah mengangkat ilmu dengan mewafatkan para ulama. Ketika tidak tersisa lagi seorang ulama pun, manusia merujuk kepada orang-orang bodoh. Mereka bertanya, maka mereka (orang-orang bodoh) itu berfatwa tanpa ilmu. mereka sesat dan menyesatkan.

 

Ma‘āsyiral Muslimīn raimakumullāh,

Itulah tiga ujian iman di akhir zaman yang harus diantisipasi oleh kita dengan berbagai cara, antara lain:

Pertama, melalui persiapan spiritual muslim, yaitu memperkuat iman dan takwa sebagai benteng terkuat dan utama untuk menghadapi akhir zaman. Caranya antara lain dengan memperbanyak tadabbur Al-Qur’an, meningkatkan kualitas shalat, serta memperbanyak dzikir dan doa.

Selain itu, perlu menjauhi fitnah dan meningkatkan kewaspadaan dengan berpegang teguh pada ajaran Al-Qur’an dan Sunnah, tidak mudah percaya pada berita atau informasi yang tidak jelas sumbernya, serta menghindari pergaulan atau lingkungan yang dapat merusak moral. Persiapan spiritual juga mencakup memperkuat akhlak, seperti bersifat jujur dan amanah, menebarkan kasih sayang sesama manusia, serta menahan amarah dan menghindari permusuhan.

Kedua, melalui persiapan praktis muslim, yaitu memahami ilmu tentang akhir zaman, membentuk komunitas yang kuat antara sesama muslim, menyeimbangkan bekal spiritual, fisik, dan ilmu, serta berdoa agar diberi keteguhan iman.

Ketiga, dengan menumbuhkan solidaritas dan kepedulian, di antaranya membantu yang membutuhkan, bekerja sama dalam kebaikan, dan meningkatkan silaturrahmi.

Terakhir, menghadapi tantangan akhir zaman dengan bijak, yaitu tidak panik, fokus pada amal baik, serta tetap sabar dan tawakal kepada Allah SWT.

 

Ma‘āsyiral Muslimīn raimakumullāh,

Demikian sekilas tentang beberapa aspek ujian di akhir zaman. Akhir zaman bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti, melainkan dijadikan sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dengan persiapan yang tepat, ujian akhir zaman dapat dijalani dengan sebaik-baiknya dengan penuh ketenangan dan keyakinan. KH. Ahmad Dahlan pernah berpesan, Janganlah kita terus-menerus lengah hidup di dunia, supaya jangan sengsara hidup di dunia dan di akhirat!”

اللّٰهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

وَٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh Zemdega. Diberdayakan oleh Blogger.