Header Ads

Header ADS

Muraqabah: Kontrol Aktivitas Manusia


Muraqabah: Kontrol Aktivitas Manusia

Dr. H. Ali Trigiyatno, M.Ag

Ketua Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah

 

ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

ٱلْـحَمْدُ لِلَّهِ ٱلْعَلِيمِ ٱلْخَبِيرِ، ٱلْمُطَّلِعِ عَلَى ٱلسَّرَائِرِ وَٱلضَّمَائِرِ، يَعْلَمُ خَائِنَةَ ٱلْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي ٱلصُّدُورُ، لَا تَخْفَىٰ عَلَيْهِ خَافِيَةٌ فِي ٱلْأَرْضِ وَلَا فِي ٱلسَّمَاءِ.وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، يَعْلَمُ ٱلسِّرَّ وَأَخْفَىٰ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، ٱلَّذِي بَلَّغَ ٱلرِّسَالَةَ وَأَدَّى ٱلْأَمَانَةَ وَنَصَحَ ٱلْأُمَّةَ، صَلَّى ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلدِّينِ.

Saudara-saudari yang dirahmati Allah,

Dalam kehidupan yang serba cepat dan penuh godaan, kita sering lupa bahwa setiap aktivitas kita diawasi oleh Allah. Konsep muraqabah mengingatkan kita untuk senantiasa sadar bahwa Allah melihat dan mengetahui segala sesuatu, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.

Secara bahasa, muraqabah berasal dari kata “raaqaba” (راقب) yang berarti mengawasi. Dalam istilah akhlak, muraqabah adalah: “Kesadaran hati bahwa Allah senantiasa mengawasi setiap gerak-gerik kita, sehingga kita menjaga amal lahir dan batin.”

Dalil-dalil tentang Muraqabah

Dalam QS. Al-Hadid [57] ayat 4 Allah SWT berfirman,

هُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ فِى سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ ٱسْتَوَىٰ عَلَى ٱلْعَرْشِ ۖ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِى ٱلْأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنزِلُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا ۖ وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنتُمْ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar darinya, dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”

Ketika menafsirkan “Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada”, Ibnu Katsir menjelaskan dengan “(Allah) adalah Pengawas atas kalian, Saksinya atas segala amal kalian, di mana pun kalian berada dan ke mana pun kalian pergi, di daratan maupun lautan, di malam maupun siang hari, di rumah-rumah maupun di tempat-tempat terpencil. Semuanya berada dalam ilmu-Nya secara setara, di bawah penglihatan dan pendengaran-Nya. Ia mendengar ucapan kalian, melihat tempat kalian, dan mengetahui rahasia serta bisikan kalian.”

Kemudian dalam QS. Al-Hujurat ayat 18 Allah SWT berfirman,

إِنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ غَيْبَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ وَٱللَّهُ بَصِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ

Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang tersembunyi di langit dan di bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”

Dalam Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia ditafsirkan dengan: “Sesungguhnya Allah mengetahui hal yang ghaib yang ada di langit dan di bumi, tidak ada sesuatu pun yang samar bagiNya. Allah Maha Melihat amal-amal kalian, dan Dia akan membalas kalian atasnya, bila baik maka baik, bila buruk, maka buruk.”

Dalam Hadis Ihsan yang diriwayatkan Imam Muslim Rasulullah SAW bersabda,

أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ

Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.”

 

Kultum Ramadhan: Empat Orang yang Tidak Akan Masuk Neraka


Saudara-saudari yang dirahmati Allah,

Adapun fungsi Muraqabah dalam mengontrol aktivitas manusia bisa digambarkan sebagai berikut:

1.     Menjaga lisan dari ghibah, dusta, dan ucapan sia-sia.

2.     Menahan tangan dan kaki dari perbuatan maksiat.

3.     Mengontrol pikiran dan niat agar tetap lurus.

4.     Mendorong keikhlasan dalam ibadah dan amal sosial.

5.     Membangun integritas pribadi, bahkan saat tidak diawasi manusia.

Beberapa contoh praktis muraqabah yang bisa ditiru adalah, pegawai yang jujur meski tidak diawasi pimpinan. Pelajar yang tidak mencontek meski ujian tanpa ditunggui pengawas. Suami/istri yang LDR yang menjaga kesetiaan meski jauh dari pasangan. Semua itu dijalani karena kesadaran penuh bahwa ia tidak lepas dari pengawasan Allah SWT yang tidak pernah tidur ataupun lupa terhadap apa saja yang dilakukan hamba-Nya.

 

Hadirin yang berbahagia,

KH. Haedar Nashir pernah berpesan, “Nilai tauhid melahirkan jiwa muraqabah. Merasa selalu diawasi. Ketika ada peluang untuk menyimpang dan menyenangkan, agar orang tidak terpeleset!”

Muraqabah adalah benteng moral dan spiritual. Ia membentuk manusia yang bertanggung jawab, jujur, dan konsisten dalam kebaikan. Mari kita tanamkan muraqabah dalam hati, agar setiap aktivitas kita bernilai ibadah dan terhindar dari dosa. Sebagaimana dalam Al-Qur’an Surat Al-Fath: 28, Allah SWT berfirman,

وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِيدًا

Cukuplah Allah sebagai saksi atas segala sesuatu.”

نَصْرٌ مِنَ اللَّهِ وَفَتْحٌ قَرِيبٌ ۖ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ

ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh Zemdega. Diberdayakan oleh Blogger.