Penyesalan Setelah Mati
Kultum Ramadhan: Penyesalan Setelah Mati
Muhamad Fikri Aththoriq, S.Pd.
Anggota Majelis Tabligh Muhammadiyah Cabang Blimbing, Guru SMP Muhammadiyah Imam Syuhodo
﷽
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْـحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
Ma‘asyiral muslimin rahimakumullāh,
Marilah kita senantiasa bersyukur kepada Allah ﷻ atas segala nikmat yang diberikan, terutama nikmat iman dan Islam. Semoga kita selalu diberi taufiq untuk beramal shalih hingga akhir hayat kita.
Shalawat beriring salam mari senantiasa kita haturkan kepada jujungan kita, Nabi yang mulia, Nabi Muhammad ﷺ, juga kepada keluarganya, sahabatnya dan para pengikutnya yang senantiasa istiqomah menaati dan menjalankan sunnah-sunnahnya, amma ba’du.
Siapa yang Akan Menyesal Setelah Mati?
Saudara-saudaraku, penyesalan terbesar justru datang setelah seseorang meninggal dunia. Ketika ruh telah terpisah dari jasad, ketika kesempatan untuk beramal sudah tertutup.
Orang yang akan menyesal adalah orang-orang yang lalai dalam hidupnya, yang menyia-nyiakan waktu, kesempatan, dan nikmat Allah tanpa digunakan untuk taat kepada-Nya. Dalam QS. Al-Mu’minūn/23 ayat 99–100, Allah ﷻ berfirman:
قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ، لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ
“Ia berkata “Ya Rabbku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku dapat berbuat amal shalih terhadap apa yang telah aku tinggalkan.”
Namun Allah menegaskan, permintaan itu tidak akan pernah dikabulkan. Karena dunia sudah berakhir baginya, dan waktu untuk beramal telah selesai.
Kultum Ramadhan: Zakat Fitrah dan Jiwa Sosial
Apa yang Disesalinya?
Penyesalan itu bermacam-macam, di antaranya:
1. Mereka baru sadar bahwa dunia hanyalah tempat singgah, sementara akhirat adalah tempat tinggal abadi. Dalam QS. Fāṭir/35 ayat 37 Allah ﷻ berfirman,
وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَا أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ
“Dan mereka berteriak di dalam neraka, 'Ya Rabb kami, keluarkanlah kami, niscaya kami akan mengerjakan amal yang shalih, berlainan dengan yang dahulu kami kerjakan!'”
2. Menyesal karena waktunya di dunia dihabiskan untuk hal sia-sia.
Dalam hadis riwayat Imam Tirmidzi, no. 2417, Nabi ﷺ bersabda,
لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ...
“Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat sebelum ditanya tentang empat perkara: tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang ilmunya untuk apa ia amalkan, tentang hartanya dari mana diperoleh dan untuk apa dibelanjakan, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakan.”
3. Menyesal karena amal shalihnya sedikit.
Orang beriman pun akan menyesal karena tidak menambah amal kebaikan ketika masih di dunia. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Nabi ﷺ bersabda:
كُلُّ أَهْلِ الْجَنَّةِ يَرَوْنَ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ فَيَقُولُ لَوْلَا أَنْ هَدَانِيَ اللَّهُ
“Setiap penghuni surga akan melihat tempatnya di neraka seandainya ia berbuat buruk, lalu ia berkata: ‘Sekiranya Allah tidak memberiku petunjuk.’”
Kiat-Kiat Agar Tidak Menyesal Setelah Mati
Agar tidak menjadi orang yang menyesal setelah mati, maka lakukan beberapa hal berikut:
1. Perbanyak amal shalih sejak dini.
Gunakan waktu dengan sebaik-baiknya untuk beribadah, berdakwah, menuntut ilmu, dan berbuat baik kepada sesama. Dalam QS. Āli ‘Imrān/3 ayat 133 Allah ﷻ berfirman,
وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ
“Dan bersegeralah kalian kepada ampunan dari Tuhanmu…”
2. Selalu muhasabah diri.
Evaluasi setiap amal yang kita lakukan agar tidak terjerumus dalam kelalaian.
Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata: “Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab, dan timbanglah amalmu sebelum amalmu ditimbang.”
3. Taubat sebelum terlambat.
Allah ﷻ selalu membuka pintu taubat sebelum ajal tiba. Dalam hadis riwayat Tirmidzi, no. 3537, Rasulullah ﷺ bersabda,
إِنَّ اللَّهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ
“Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama nyawa belum sampai kerongkongan.”
4. Perbanyak doa agar diberi husnul khatimah.
Mintalah kepada Allah ﷻ agar akhir hidup kita baik dan dalam keadaan iman.
Ma‘asyiral muslimin rahimakumullāh,
Dunia hanyalah kesempatan singkat yang tak akan terulang. Mari gunakan waktu yang tersisa untuk memperbanyak amal shalih, menyesal sebelum mati lebih baik daripada menyesal setelah mati, karena penyesalan di alam kubur tidak ada gunanya lagi. Dalam QS. Asy-Syu‘arā’/26 ayat 88–89 Allah ﷻ berfirman,
يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ، إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
“hari dimana harta dan anak tidak memberikan manfaat. Kecuali yang mendatangi Allah dengan hati yang selamat.”
KH. Ahmad Dahlan rahimahullah pernah berpesan, “Maut adalah suatu bahaya besar. Tetapi, lupa kepada maut adalah bahaya yang lebih besar lagi!”
Semoga Allah ﷻ menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang selamat dari penyesalan di akhirat. Āmīn yā rabbal ‘ālamīn.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا وَصَغِيرِنَا وَكَبِيرِنَا وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Tidak ada komentar