Al-Qur’an Meninggikan Derajat
Al-Qur’an Meninggikan Derajat
H. Khoirul Umam Al-Basyir, Lc
Anggota Majelis Tabligh PDM Sukoharjo, Mudir Muhammadiyah Boarding School (MBS) Tawangsari
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَنْزَلَ الْكِتَابَ عَلَىٰ عَبْدِهِ هُدًى لِلنَّاسِ وَذِكْرًا،
وَنَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَنَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الْمَبْعُوثُ بَشِيرًا وَنَذِيرًا،
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَن تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَىٰ يَوْمِ الدِّينِ، أَمَّا بَعْدُ.
فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوصِي نَفْسِي وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللّٰهِ فِي السِّرِّ وَالْعَلَانِيَةِ، حَيْثُ قَالَ عَزَّ وَجَلَّ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ بَعْدَ أَعُوذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
وَبِقَوْلِ رَسُولِ اللّٰهِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اتَّقِ اللّٰهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ.
Jamaah kaum muslimin rahimakumullah.
Pada kesempatan ini marilah kita sejenak menghayati firman Allah SWT yang tercantum di dalam surah Shad ayat 29. Dalam QS. Sad [38] ayat 29, Allah SWT berfirman:
كِتٰبٌ اَنْزَلْنٰهُ اِلَيْكَ مُبٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُوْۤا اٰيٰتِهٖ وَلِيَتَذَكَّرَ اُولُوا الْاَ لْبَا بِ
"Kitab (Al-Qur'an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran."
Makna dari ayat di atas menunjukkan bahwa Allah SWT memuji Al-Qur’an yang diturunkan kepada NabiNya yang mulia Muhammad SAW, yaitu ia merupakan kitab yang penuh berkah dan jalan lurus menuju kemuliaan dunia dan akhirat.
Kultum: Ramadhan dan Nilai-Nilai Tauhid
Kaum muslimin yang dimuliakan Allah SWT.
Pada kesempatan yang singkat ini, tema kajian kita adalah tentang Al-Qur'an yang mulia. Sungguh Allah SWT akan mengangkat suatu kaum dengan Al-Qur'an dan menghinakan juga dengan Al-Qur'an. Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah SAW dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim, Ahmad dan Ibnu Majah,
إِنَّ اللّٰهَ يَرْفَعُ بِهٰذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا، وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ.
“Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat suatu kaum dengan sebab Al-Qur'an, dan merendahkan kaum yang lain dengan sebab kitab ini juga.”
Dalam Miftaah Darussa'adah juz 1: 499, disebutkan bahwa Imam Al Muzani mendengar Imam Syafi'i berkata,
مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ عَظُمَتْ قِيمَتُهُ، وَمَنْ نَظَرَ فِي الْفِقْهِ نَبُلَ مِقْدَارُهُ، وَمَنْ تَعَلَّمَ اللُّغَةَ رَقَّ طَبْعُهُ، وَمَنْ تَعَلَّمَ الْحِسَابَ جَزُلَ رَأْيُهُ، وَمَنْ كَتَبَ الْحَدِيثَ قَوِيَتْ حُجَّتُهُ، وَمَنْ لَمْ يَصُنْ نَفْسَهُ لَمْ يَنْفَعْهُ عِلْمُهُ.
“Barang siapa belajar Al-Qur’an mulialah kedudukannya. Barang siapa mendalami fiqih kedudukannya makin mulia. Barangsiapa mempelajari bahasa Arab lembutlah tabiatnya. Barang siapa belajar hisab (perhitungan) kuatlah pendapatnya. Sebagaimana siapa saja yang mempelajari hadis kuatlah argumennya. Siapa saja yang tidak menjaga dirinya dari maksiat maka ilmunya tidaklah bermanfaat.”
Kaum Muslimin Rahimakumullah.
Kemuliaan umat Islam adalah ketika mau berpegang pada agamanya dan menjalankan kitab sucinya. Bahkan dijamin tidak akan pernah tersesat untuk selama-lamanya. Dalam hadis Riwayat Malik, Al Hakim dan Al Baihaqi Nabi Muhammad SAW bersabda,
تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا: كِتَابَ اللّٰهِ وَسُنَّةَ رَسُولِهِ
“Aku telah tinggalkan kepada kamu dua perkara. Kamu tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya, yaitu kitab Allah dan Sunnah rasul-Nya.”
Al-Qur'an bukan sekedar petunjuk bagi orang-orang beriman saja, tapi juga petunjuk bagi segenap manusia baik yang beriman maupun kafir. Al-Qur’an menunjukkan manakah syirik manakah tauhid, manakah kesesatan manakah hidayah, manakah kejahilan manakah ilmu.
Maka Al-Qur’an itu hidayah dan petunjuk, di mana Al-Qur’an menunjukkan pada hal yang bermanfaat dalam agama dan dunia, Al-Qur’an juga menjadi jalan hidayah ilmiah dan amaliah.
Maka tidak ada alasan bagi kaum muslimin untuk tidak mempelajari Al-Qur’an dan mengamalkan dalam kehidupannya. Dalam mengesakan Allah SWT, dalam ibadah, dalam berakhlaq dan muamalah.
Kaum muslimin Rahimakumullah.
Dalam Hadis riwayat Abu Ya'la 8: 275 dengan isnad yang shahih, Ibunda ‘Aisyah RA pernah ditanya tentang akhlak Rasulullah SAW. Dikisahkan bahwa Sa‘ad bin Hisyam bin ‘Amir datang ke Madinah dan mengunjungi ‘Aisyah RA untuk menanyakan beberapa hal. Sa‘ad bin Hisyam berkata: “Wahai Ummul Mukminīn, beritakanlah kepadaku tentang akhlak Rasulullah SAW.” ‘Aisyah RA pun menjawab,
يَا بُنَيَّ، أَمَا تَقْرَأُ الْقُرْآنَ؟ قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى: ﴿وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ﴾، خُلُقُ مُحَمَّدٍ الْقُرْآنُ
“Wahai anakku, tidakkah engkau membaca Al-Qur’an? Allah SWT berfirman, "Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung". Akhlak Muhammad adalah Al-Qur’an.”
Begitulah Al-Qur'an yang mulia ini jika dijadikan sebagai minhajul hayat (pedomani hidup) akan mengangkat derajat manusia dan suatu kaum. Sebaliknya barang siapa yang membelakangi Al-Qur'an maka dia akan dihinakan Allah SWT. Lihatlah kesudahan umat terdahulu, ketika mereka mencampakkan Alkitab! Dalam QS. Al-Jumu'ah [62] ayat 5, Allah SWT berfirman,
مَثَلُ الَّذِيْنَ حُمِّلُوا التَّوْرٰٮةَ ثُمَّ لَمْ يَحْمِلُوْهَا كَمَثَلِ الْحِمَا رِ يَحْمِلُ اَسْفَا رًا ۗ بِئْسَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰ يٰتِ اللّٰهِ ۗ وَا للّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ
"Perumpamaan orang-orang yang diberi tugas membawa Taurat, kemudian mereka tidak membawanya (tidak mengamalkannya) adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Sangat buruk perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim."
Syekh Abdurrahman As Sa'di mengatakan, “Allah SWT menyebutkan bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani yang telah Allah SWT embankan taurat dan Injil kepada mereka dan diperintahkan untuk mempelajari dan mengamalkannya, namun ternyata mereka tidak mengemban amanah itu dengan baik dan tidak pula menjalankannya karenanya mereka tidak memiliki keutamaan dan derajat sedikitpun justru mereka bagai keledai yang memikul kitab-kitab ilmu di atas punggungnya.”
Kaum muslimin Rahimakumullah
Sudah terlalu lama Umat Islam ini jauh dari kemuliaan dan keagungan, karena sebab jauh dari Al-Qur'an. Umat Islam terkubang dalam kenikmatan semu dunia yang melenakan. Jual beli dengan riba sudah hal biasa, sibuk dengan ternak dan pertanian dan tak peduli panggilan Jihad dan perjuangan.
Dalam hadis Riwayat Imam Abu Dawud dari Ibnu Umar dishohihkan Syekh Al Albani, Rasulullah SAW bersabda,
إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِينَةِ، وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ الْبَقَرِ، وَرَضِيتُمْ بِالزَّرْعِ، وَتَرَكْتُمُ الْجِهَادَ، سَلَّطَ اللّٰهُ عَلَيْكُمْ ذُلًّا، لَا يَنْزِعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوا إِلَىٰ دِينِكُمْ.
“Jika kalian saling berjual beli secara riba dan kalian memegang ekor-ekor sapi (sibuk dengan peternakan) dan kalian Ridho dengan pertanian dan kalian meninggalkan jihad Allah akan menguasakan kehinaan menimpa kalian tidak akan dicabutnya hingga kalian kembali pada ajaran agama kalian.”
Malaikat yang paling mulia adalah Malaikat Jibril, karena ia diamanahi untuk menyampaikan wahyu Al-Qur’an. Nabi yang paling mulia adalah Nabi Muhammad ﷺ, karena beliau menerima wahyu Al-Qur’an. Bulan yang paling mulia adalah bulan Ramadan, karena di dalamnya Al-Qur’an pertama kali diturunkan. Malam yang paling mulia adalah Lailatul Qadar, karena pada malam itulah Al-Qur’an diturunkan untuk pertama kalinya.
Maka, kemuliaan sejati akan diraih oleh siapa pun yang memuliakan Al-Qur’an, dengan membacanya, memahaminya, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga Allah SWT memberikan taufik kepada kita semua untuk senantiasa berinteraksi dengan Al-Qur’an baik dengan membaca menghafal mentadaburi mengamalkan maupun mengajarkan atau mendakwahkannya.
اَللّٰهُمَّ ارْحَمْنَا بِالْقُرْآنِ، وَاجْعَلْهُ لَنَا إِمَامًا وَنُورًا وَهُدًى وَرَحْمَةً.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ،
وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

Tidak ada komentar