Header Ads

Header ADS

Meneladani Keimanan Nabiyullah Ibrahim ‘alaihissalām


Kultum Ramadhan: Meneladani Keimanan Nabiyullah Ibrahim ‘alaihissalām

Dr. Fauzan Al Anshori, S.Pd.I, M.Pd.

Bidang Pendidikan dan Dakwah Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Palur Barat, Mojolaban Sukoharjo

 

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ غَافِرِ ٱلذَّنْبِ وَقَابِلِ ٱلتَّوْبِ شَدِيدِ ٱلْعِقَابِ، أَحْمَدُهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى بِمَحَامِدِهِ ٱلَّتِي هُوَ لَهَا أَهْلٌ، وَأُثْنِي عَلَيْهِ ٱلْخَيْرَ كُلَّهُ، هُوَ جَلَّ وَعَلَا كَمَا أَثْنَى عَلَىٰ نَفْسِهِ.
أَحْمَدُهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَىٰ عَلَىٰ نِعَمِهِ، وَأَحْمَدُهُ جَلَّ وَعَلَا حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، كَمَا يُحِبُّ جَلَّ وَعَلَا وَيَرْضَىٰ.
أَحْمَدُهُ جَلَّ وَعَلَا عَلَىٰ نِعْمَةِ ٱلْإِسْلَامِ، وَعَلَىٰ نِعْمَةِ ٱلْإِيمَانِ، وَعَلَىٰ نِعْمَةِ ٱلْقُرْآنِ، وَعَلَىٰ كُلِّ نِعْمَةٍ أَنْعَمَ بِهَا عَلَيْنَا فِي قَدِيمٍ أَوْ حَدِيثٍ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ رَبُّ كُلِّ شَيْءٍ، وَهُوَ ٱلْعَلِيمُ ٱلْخَبِيرُ.
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، ٱلدَّاعِي وَٱلسِّرَاجُ ٱلْمُنِيرُ.
ٱللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ ٱلْمُصْطَفَىٰ ٱلْمُخْتَارِ، وَعَلَىٰ آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَمَنْ يُوَالِيهِمْ مِنْ أَتْبَاعِهِ ٱلْأَخْيَارِ.

 

Maasyiral muslimin wal muslimat rahimakumullah.

Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah , Robb yang tiada ilah yang berhak disembah selain-Nya, tiada daya dan kekuatan melainkan atas pertolongan-Nya, anugerah tak terhingga dan nikmat tak terbilang telah tercurah kepada kita hanba-Nya, mudah-mudahan bergeraknya hati dan ringannya langkah kita dalam menghadiri majlis ini sebagai tanda rasa bakti dan syukur kita atas nikmat-nikmat Allah .

 

Maasyiral muslimin wal muslimat rahimakumullah.

Dari para nabi dan rasul kita dapat mengambil ibrah dan hikmah keimanan. Pada kesempatan ini, marilah kita mengingat kembali kisah keluarga salah satu rasul ulul azmi, Nabiyullah Ibrahim ‘alaihissalām, yang jejak kemuliaan hidupnya diabadikan dalam Al-Qur’an sebagai teladan dan pelajaran bagi umat-umat yang datang kemudian, terutama dalam hal kekokohan iman. Allah  berfirman dalam QS. An Nahl/16 ayat 121,

اِنَّ اِبْرٰهِيْمَ كَانَ اُمَّةً قَانِتًا لِّلّٰهِ حَنِيْفًاۗ وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَۙ شَاكِرًا لِّاَنْعُمِهِ ۖاجْتَبٰىهُ وَهَدٰىهُ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ

Sesungguhnya Ibrahim adalah imam (sosok anutan) yang patuh kepada Allah, hanif (lurus), dan bukan termasuk orang-orang musyrik. (Ibrahim) bersyukur atas nikmat-nikmat-Nya (dan Allah) telah memilih serta menunjukinya ke jalan yang lurus.”

 

Kultum Ramadhan: Qadha atau Nyawal dulu?


Maasyiral muslimin wal muslimat rahimakumullah.

Sebagai potret keluarga ideal yang kemuliaannya telah Allah  abadikan dalam Al-Qur’an, maka banyak sekali sisi kehidupan Nabiyullah Ibrahim ‘alaihissalām yang bisa kita jadikan teladan dalam membangun dan menguatkan pondasi keimanan dalam kehidupan keluarga.  Berikut beberapa di antaranya:

Pertama: Penanaman tauhid yang kokoh

Nabiyullah Ibrahim ‘alaihissalām telah mengajarkan tauhid yang begitu kokoh kepada anak istrinya bahwa Allah  adalah dzat yang satu-satunya sangat berjasa kepada kita semua, dengan rahmat dan kasih sayangnya kita bisa hidup dengan menikmati segala anugrah terindah dalam hidup kita, maka Allah  lah yang patut kita sembah, kita taati, kita cintai dan tempat kita berharap dan tawakkal. Dalam QS. Al-Baqarah/2 ayat 132 Allah  berfirman,

وَوَصّٰى بِهَآ اِبْرٰهٖمُ بَنِيْهِ وَيَعْقُوْبُۗ يٰبَنِيَّ اِنَّ اللّٰهَ اصْطَفٰى لَكُمُ الدِّيْنَ فَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ ۗ

Ibrahim mewasiatkan (ucapan) itu kepada anak-anaknya dan demikian pula Ya‘qub, “Wahai anak-anakku, sesungguhnya Allah telah memilih agama ini untukmu. Janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.”

 

Kedua: Cinta dan pengorban

Nabiyullah Ibrahim ‘alaihissalām telah menenamkan dan memberikan pada keluarganya dalam hal bagaimana sepatutnya seorang hamba harus rela berkorban demi ketaatan dan kecintaan mereka kepada Allah  sang rabbul izzati walau itu sesuatu yang paling berharga dan paling kita cintai sekalipun.

Ismail ‘alaihissalām adalah anak yang telah diharapkan kehadirannya selama berpuluhan tahun oleh keluarga Nabiyullah Ibrahim ‘alaihissalām, namun ketika Allah  menguji keimanan Nabiyullah Ibrahim ‘alaihissalām dengan memerintahkan putra beliau untuk dikorbankan kepada Allah , maka putra semata wayang, buah hati belahan jiwa beliaupun rela dikorbankan demi sebuah ketaatan dan rasa cinta beliau kepada Robbul izzati Allah .

 

Ketiga: Gaya komunikasi yang baik

Dalam hal ini sejenak kita simak bagaimana Allah  mengabadikan gaya komunikasi  efektif Nabiyullah Ibrahim ‘alaihissalām kepada keluarganya. Dalam Q.S Ash-Shoofat/37 ayat 100-103 Allah  berfirman,

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah bagaimana pendapatmu!" ia menjawab: "wahai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku Termasuk orang-orang yang sabar"

 

Maasyiral muslimin wal muslimat rahimakumullah.

Communication Skill atau kemampuan berkomunikasi yang baik sangat menentukan dalam merespon perintah yang kita berikan terhadap anak dan istri atau keluarga kita. Nabiyullah Ibrahim ‘alaihissalām sangat memahami bahwa perintah Allah  yang akan disampaikan kepada putranya, Ismail ‘alaihissalām adalah perintah yang sangat berat, maka saat ingin menyampaikan perintah Allah  tersebut  beliau memeperhatikan bagaimana redaksi yang tepat, suasana yang tepat dan waktu yang tepat sehingga putra kesayangan, buah hati belahan jiwanya tidak menolak atau membebani jiwanya.

 

Maasyiral muslimin wal muslimat rahimakumullah.

Demikian kultum ini  kami sampaikan, sebagai penutup kami mengajak kepada diri kami pribadi dan jamaah sekalian, marilah kita senantiasa menguatkan keimanan kita dengan senantiasa meneladani kisah-kisah inspratif dari kehidupan para nabi dan rasul, para sahabat nabi  dan orang-orang shaleh terdahulu. Semoga kita dijadikan generasi penerus Nabiyullah Ibrahim ‘alaihissalām dan putranya, Ismail ‘alaihissalāmamin….amin ya rabbal alamin…

اَللَّهُمَّ ثَبِّتْ إِيمَانَنَا، وَاجْعَلْنَا وَأَهْلِينَا مِنْ أَهْلِ التَّوْحِيدِ وَالطَّاعَةِ، وَاحْشُرْنَا مَعَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ. إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدُّعَاءِ.

وَآخِرُ دَعْوَانَا و الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْن

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh Zemdega. Diberdayakan oleh Blogger.