Fitnah Akhir Zaman
Kultum Ramadhan: Fitnah Akhir Zaman
Andika Rahmawan
Wakil Sekretaris Majelis Tabligh PDM Sukoharjo, Ketua Komite Sekolah SMP Muhammadiyah Imam Syuhodo
ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
الـحَمْدُ للهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالـهُدَى وَدِيْنِ الـحَقِّ ؛ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللهِ شَهِيْدًا . وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ؛ إِقْرَارًا بِهِ وَتَوْحِيْدًا ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا مَزِيْدًا، أَمَّا بَعْدُ
Jamaah Hafizhakumullah…
Hidupnya manusia di hamparan bumi ini tentu tidak dapat lepas dari berbagai macam cobaan dan ujian. Allah ﷻ melalui cobaan yang diberikan tersebut, bermaksud untuk mengklasifikasikan atau menyaring golongan hamba-hamba-Nya, mana di antara mereka yang termasuk hamba yang bertakwa dan mana di antara mereka yang tergolong hamba yang ingkar. Dalam QS. Al-A’raf/7 ayat 168, Allah ﷻ berfirman,
وَقَطَّعْنَٰهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ أُمَمًا ۖ مِّنْهُمُ ٱلصَّٰلِحُونَ وَمِنْهُمْ دُونَ ذَٰلِكَ ۖ وَبَلَوْنَٰهُم بِٱلْحَسَنَٰتِ وَٱلسَّيِّـَٔاتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
“Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).”
Kultum Ramadhan: Amalan Pembuka Pintu Rizki
Jamaah Hafizhakumullah…
Akhir zaman ini, di antara ujian yang diberikan oleh Allah ﷻ untuk umat manusia yaitu adanya bermacam-macam fitnah, yang paling sering membuat anak manusia tergelincir di antaranya ada tiga, yaitu: harta, tahta dan wanita. Jamak kita temui insan yang awalnya shalih, pada akhirnya berbalik dari keimanannya karena terlena dengan fitnah tersebut.
Pertama, Fitnah Harta. Harta merupakan salah satu ujian yang terdahsyat bagi manusia. Bahkan ada muslim yang awalnya taat pun terpaksa harus lepas dari keimannya gegara tawanan harta. Dalam hadis riwayat Imam At-Tirmizi, Sahih menurut al-Albani, Rasulullah ﷺ bersabda,
إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً، وَفِتْنَةُ أُمَّتِي الْمَالُ
“Sesungguhnya setiap umat itu mendapat ujian, dan ujian pada umatku adalah harta.”
Sebagai muslim kita harus merenungkan kembali wasiat Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim, dahulu beliau nasihatkan kepada para sahabat saat Abu Ubaidah bin Jarrah radhiallahu ‘anhu datang dari Bahrain dengan membawa upeti, “Bergembiralah dan harapkanlah apa-apa yang akan menyenangkan kalian. Maka demi Allah! Bukan kemiskinan yang aku khawatirkan atas kalian. Akan tetapi aku khawatir akan dibentangkan dunia atas kalian sebagaimana telah dibentangkan atas orang-orang sebelum kalian. Lalu kalian pun berlomba-lomba padanya sebagaimana mereka berlomba-lomba padanya. Kemudian dunia itu akan menghancurkan kalian sebagaimana telah menghancurkan mereka.”
Jamaah Hafizhakumullah…
Kedua, Fitnah Tahta. Ujian yang kedua ini tidak kalah berbahayanya dari yang pertama. Hendaknya kita berhati-hati dari fitnah tahta, jabatan atau kedudukan. Dalam hadis riwayat Imam Al-Bukhari, Rasulullah ﷺ bersabda,
إِنَّكُمْ سَتَحْرِصُونَ عَلَى الْإِمَارَةِ، وَسَتَكُونُ نَدَامَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Sesungguhnya kalian akan berambisi untuk mendapatkan kekuasaan, padahal kekuasaan itu akan menjadi penyesalan pada hari Kiamat.”
Dalam hadis sahih riwayat At Tirmidzi dan Ibnu Hibban, dari Ka’ab bin Malik radhiallahu ‘anhu ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,
مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلَا فِيْ غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ وَالشَّرَفِ لِدِيْنِهِ
“Dua serigala yang lapar yang dilepas di tengah kumpulan kambing, tidak lebih merusak dibandingkan dengan sifat tamak manusia terhadap harta dan kedudukan yang sangat merusak agamanya.”
Nabi Muhammad ﷺ menggambarkan rusaknya agama seseorang karena rakusnya seseorang kepada harta dan kedudukan, lebih parah dari rusaknya tubuh kambing yang dicabik-cabik oleh dua serigala lapar yang rakus. Padahal dua serigala yang kelaparan, pasti akan menjadi teramat buas saat melihat seekor kambing. Keduanya akan saling berebut kambing tersebut untuk segera dimakan. Kerakusan dan kebuasan dua serigala tersebut pasti akan segera mencabik-cabik tubuh kambing yang awalnya utuh, sehingga berakhir dalam keadaan rusak tercabik-cabik.
Jamaah Hafizhakumullah…
Ketiga, Fitnah Wanita. Di setiap zaman akan kita jumpai bukti nyata bahwa salah satu ujian terberat bagi manusia adalah ujian dari lawan jenis. Ahli ibadah pun juga ada yang terpeleset karena godaan lawan jenis. Perdamaian dan peperangan juga bisa timbul karena dipicu oleh lawan jenis. Dalam hadis riwayat Imam Al-Bukhari, Rasulullah ﷺ bersabda,
مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ
“Aku tidak meninggalkan ujian sesudahku yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki selain dari wanita.”
Dalam hadis lain yang diriwayatkan Imam Muslim Rasulullah ﷺ bersabda,
فَاتَّقُوا الدُّنْيَا، وَاتَّقُوا النِّسَاءَ فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِي إِسْرَائِيلَ كَانَتْ فِي النِّسَاءِ
“Maka berhati-hatilah terhadap dunia dan wanita, karena fitnah yang pertama kali terjadi pada Bani Israil adalah karena wanita.”
Jamaah Hafizhakumullah…
Tidak dapat disangkal bahwa fitnah harta, tahta dan wanita adalah ujian yang teramat berat. Maka jangan pernah sedikitpun kita menyepelekan tiga fitnah tersebut. Kita tidak tahu, ada di antara fitnah harta, tahta, dan wanita tersebut, mana yang akan Allah ﷻ timpakan kepada kita. Bahkan bukan mustahil dalam satu waktu sekaligus Allah ﷻ menimpakan kita dengan tiga fitnah tersebut. Hal yang harus kita lakukan yaitu selalu membentengi diri dengan iman yang kokoh agar kita tidak gampang terombang ambing saat Allah ﷻ menguji kita dengan badai fitnah dari harta, tahta dan wanita tersebut.
Jamaah Hafizhakumullah…
Menggapai surga memang tidak mudah. Dalam hadis riwayat Imam Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda,
حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ، وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ
“Surga itu diliputi dengan hal-hal yang dibenci oleh jiwa, dan Neraka itu diliputi dengan hal-hal yang sesuai dengan keinginan syahwat.”
Buya Hamka rahimahullah pernah berpesan, “Kehidupan itu laksana lautan. Orang yang tiada berhati-hati dalam mengayuh perahu, memegang kemudi dan menjaga layar, maka karamlah ia digulung oleh ombak dan gelombang. Hilang di tengah samudera yang luas. Tiada akan tercapai olehnya tanah tepi.”
Marilah kita senantiasa memperkuat iman dan takwa kepada Allah ﷻ, sehingga terhindar dari fitnah harta, tahta, dan wanita. Demikian yang dapat kami sampaikan. Semoga Allah ﷻ membimbing dan meneguhkan iman kita untuk selalu berada di jalan-Nya yang lurus, melindungi kita menyelamatkan dari berbagai macam godaan dunia, dan menempatkan kita di surga-Nya yang penuh rahmat. Aamiin...
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْأنِ العَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ ال اَيَاتِ وَ ذِكْرِالحَكِيْمِ وَ تَقَبَّلَ اللهُ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمِ
ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
Tidak ada komentar