Header Ads

Header ADS

Mengamalkan Al-Qur’an Bukti Keimanan


Mengamalkan Al-Qur’an Bukti Keimanan

Harjanto, S.Pd.I., M.Pd.

Ketua KMM Daerah Sukoharjo

 

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ

 

Hadirin yang dirahmati Allah Swt.

Al-Qur’an bukan sekedar firman Allah SWT yang dibaca dan dihafalkan tetapi juga pedoman dan petunjuk hidup yang harus diamalkan. “Walaupun untuk mencapai level mengamalkan memang harus melalui tahap menghafal dan memahami Al Qur’an itu” (muhammadiyah.or.id, 2021). Keselamatan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat tergantung seberapa besar manusia mengamalkan isi Al-Qur’an, karena Al-Quran pasti benar dan  tidak ada keraguan sebagai petunjuk hidup. Dalam QS. Al-Baqarah [2] ayat 2, Allah SWT berfirman:

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ

“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan di dalamnya; petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.”

Namun, petunjuk ini hanya akan bermanfaat jika kita tidak sekadar membacanya, tetapi juga mengamalkan isinya. Mengamalkan isi Al-Qur’an berarti menjadikan setiap tindakan dan keputusan hidup selaras dengan tuntunan Allah SWT.

 

Kultum Ramadhan: Kunci Keluarga Bahagia


Hadirin yang dirahmati Allah Swt.

Hanya orang-orang berimanlah yang dapat mengamalkan Al Qur’an, karena iman dan amal shaleh selalu berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Maka bisa dipastikan kalau orang yang beriman pasti beramal shaleh dan sebaliknya kalau orang yang beramal shaleh pasti orang beriman termasuk dalam mengamalkan Al-Qur’an.  Banyak ayat Al Qur’an yang menjelaskan keterkaitan antara iman dan amal shaleh. Di antaranya firman Allah SWT dalam QS. Al Asr [103] ayat 3,

إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلْحَقِّ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلصَّبْرِ

“Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

 

Hadirin yang dirahmati Allah Swt.

Sebuah pertanyaan yang harus kita jawab. Mengapa hanya orang beriman yang bisa mengamalkan Al-Qur’an dan mengamalkan Al-Qur’an menjadi bukti keimanan seseorang. Ada alasan yang dapat kita jadikan jawaban dari sebuah pertanyaan tersebut, di antaranya:

1. Karena hanya orang beriman yang meyakini Al-Qur’an sebagai kebenaran mutlak

Orang yang beriman percaya sepenuhnya bahwa Al-Qur’an adalah firman Allah SWT, bukan karangan Nabi Muhammad Saw apalagi karangan manusia. Orang beriman tidak ragu terhadap kebenaran Al-Qur’an, keyakinan ini membuat mereka tunduk dan patuh sehingga mereka termotivasi untuk mengamalkan isinya dengan penuh keyakinan. Sebaliknya, orang yang tidak beriman meragukan atau menolak ajaran Al-Qur’an, sehingga tidak akan sanggup mengamalkannya.

Dalam QS. Al Baqarah [2] ayat 2, Allah Swt berfirman:

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ

“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan di dalamnya; petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.”

 

 2. Karena iman menumbuhkan kemauan dan kekuatan untuk taat

Imanlah yang menjadikan seseorang mau melaksanakan perintah Allah SWT, seperti salat, zakat, jujur, dan menjauhi larangan. Iman menumbuhkan dorongan batin untuk melaksanakan perintah Allah, meski terasa berat bagi hawa nafsu. Tanpa iman, manusia mudah menolak perintah Allah SWT karena lebih mengikuti keinginan diri.

Dalam QS. Al Baqoroh [2] ayat 285, Allah Swt berfirman:

ءَامَنَ ٱلرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِۦ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِۦ ۚ وَقَالُوا۟ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ ٱلْمَصِيرُ

“Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.”

 

3. Karena hati orang beriman terbuka terhadap hidayah

Orang yang hatinya tertutup (tidak beriman) tidak akan mampu menerima petunjuknya, apalagi mengamalkannya. Orang kafir dan munafik tidak mampu menerima petunjuk karena hatinya tertutup. Al-Qur’an hanya dapat menuntun hati yang bersih dan terbuka.

Dalam QS. Al Anfal [8] ayat 2, Allah Swt berfirman:

إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتُهُۥ زَادَتْهُمْ إِيمَٰنًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya, bertambah (kuat) iman mereka dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal.”

Ayat ini menunjukkan bahwa hati orang beriman akan merespons dengan penuh kekhusyukan saat mendengar nama Allah SWT dan ayat-ayat-Nya, yang merupakan tanda keterbukaan terhadap hidayah.

 

4. Karena keimanan melahirkan cinta kepada Allah SWT dan firman-Nya

Orang beriman mencintai Allah SWT, dan cinta itu mendorong mereka untuk taat pada firman-Nya. Mereka tidak hanya membaca Al-Qur’an, tapi juga menjadikannya pedoman hidup.

Dalam hadis riwayat Imam Al-Bukhari, dari Abu Muhammad Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash Radhiyallahu ‘Anhuma berkata, Rasulullah  bersabda,

اَيُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يَكُونَ هَوَاهُ تَبَعاً لِمَا جِئْتُ بِهِ» حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ رُوِّيْنَاهُ فِي كِتَابِ الحُجَّةِ بِإِسْنَادٍ صَحِيْحٍ.

“Tidaklah sempurna iman di antara kalian sampai dia menjadikan kecintaannya mengikuti kebenaran yang aku bawa.”

 

 5. Karena orang yang tidak beriman hanya melihat Al-Qur’an secara lahir

Orang yang tidak beriman mungkin membaca Al-Qur’an, tetapi tidak memahami maknanya dengan hati, karena tidak meyakininya. Akibatnya, mereka tidak bisa menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam hidupnya.

Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin berkata:

Al-Qur’an tidak akan memberi manfaat kepada orang yang hanya membacanya tanpa mengamalkannya, karena cahaya Al-Qur’an hanya menerangi hati yang hidup dengan iman.”

 

 6. Karena keimanan menuntun pada amal shaleh

Dalam banyak ayat, Allah SWT selalu menggandengkan antara iman dan amal saleh. Itu berarti amal adalah bukti iman, dan tanpa iman tidak mungkin ada amal shaleh yang sesuai dengan Al-Qur’an. Orang beriman tidak cukup hanya percaya, tetapi membuktikannya dengan amal yang sesuai Al-Qur’an. Dalam QS. Al Asr [103] ayat 3, Allah Swt berfirman:

إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلْحَقِّ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلصَّبْرِ

“Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”

 

Hadirin yang dirahmati Allah Swt.

Dari seluruh uraian tadi dapat kita simpulkan bahwa mengamalkan Al-Qur’an adalah bukti nyata dari keimanan seseorang. Hanya orang yang beriman yang mampu menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidupnya, karena imannya menumbuhkan cinta, ketundukan, dan kekuatan untuk taat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.

Marilah kita jadikan Al-Qur’an bukan hanya sebagai bacaan di bibir, tetapi juga panduan dalam setiap langkah kehidupan kita. Jadikan setiap ayatnya sebagai cahaya yang menuntun pikiran, ucapan, dan perbuatan kita, agar hidup kita penuh keberkahan dan berakhir dalam husnul khatimah.

KH. Ahmad Dahlan pernah berpesan, “Kemunduran umat Islam karena sebagian besar umat Islam terlalu jauh meninggalkan ajaran Islam.”

وَبِاللَّهِ التَّوْفِيقُ وَالْهِدَايَةُ، وَالرِّضَا وَالْعِنَايَةُ، وَالْعَفْوُ مِنْكُمْ.

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh Zemdega. Diberdayakan oleh Blogger.