Header Ads

Header ADS

Khutbah Jumat: Ekonomi Sulit dan Sikap Seorang Muslim


Khutbah Jumat: Ekonomi Sulit dan Sikap Seorang Muslim

Dr. Muhammad Nasri Dini

Wakil Ketua Majelis Tabligh PDM Sukoharjo, Jawa Tengah

 

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ، وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا، وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا .أَمَّا بَعْدُ،

فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ ﷺ، وَشَرَّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ.

Kaum Muslimin Hafizhakumullah,

Setelah memuji Allah SWT dan bershalawat atas Rasulullah SAW, khatib mengajak jamaah sekalian untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Sebab, keduanya merupakan bekal terbaik dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan, termasuk tekanan ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat akhir-akhir ini.

 

Kaum Muslimin Hafizhakumullah,

Dalam kondisi seperti ini, muncul pertanyaan: bagaimana Islam mengajarkan kita menyikapinya?

Pertama, memperkuat tawakal kepada Allah SWT disertai ikhtiar yang sungguh-sungguh.

Kita harus meyakini bahwa Allah SWT adalah Ar-Razzaq, Maha Pemberi Rezeki. Sebagaimana firman-Nya,

اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِيْنُ

"Sesungguhnya Allah-lah Maha Pemberi Rezeki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kukuh." (QS. Az-Zariyat [51]: 58)

Allah SWT telah menjamin rezeki seluruh makhluk-Nya. Bahkan dalam firman-Nya,

وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا

"Tidak satu pun makhluk yang bergerak di bumi melainkan Allah yang menjamin rezekinya." (QS. Hud [11]: 6)

Namun keyakinan bahwa rezeki berasal dari Allah SWT tidak boleh menjadikan kita pasif dan menyerah pada keadaan. Tawakal dalam Islam bukan berarti meninggalkan usaha, melainkan bersandar kepada Allah SWT setelah melakukan ikhtiar terbaik. Rasulullah SAW bersabda,

إِعْقِلْهَا وَتَوَكَّلْ

"Ikatlah untamu terlebih dahulu, kemudian bertawakallah." (HR. At-Tirmidzi)

 

Kaum Muslimin hafizhakumullah,

Kedua, membangun kepedulian sosial dan menegakkan amanah dalam kehidupan bermasyarakat.

Islam tidak hanya mengajarkan tawakal, tetapi juga kepedulian sosial. Rasulullah SAW memberikan perumpamaan tentang sebuah kapal yang ditumpangi bersama. Jika ada yang berusaha melubangi kapal dan dibiarkan, maka seluruh penumpang akan tenggelam. Namun jika dicegah, semuanya akan selamat.

Dari sini kita memahami bahwa kepedulian terhadap kondisi masyarakat merupakan bagian dari ajaran Islam. Amar makruf nahi mungkar bukan hanya urusan pribadi, tetapi juga tanggung jawab sosial. Mengingatkan ketika ada kesalahan, memberikan nasihat dengan cara yang baik, serta memperjuangkan kemaslahatan bersama adalah bagian dari ibadah kepada Allah SWT.

Demikian pula para pemegang amanah dan pengambil kebijakan memiliki tanggung jawab yang besar. Rasulullah SAW bersabda,

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ

"Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban." (HR. Ahmad)

Semoga Allah SWT menjadikan kita hamba-hamba yang bertawakal kepada-Nya, bersungguh-sungguh dalam ikhtiar, dan istiqamah dalam menegakkan amar makruf nahi munkar.

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ اللَّهُ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Khutbah kedua

الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَافِ الأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، أَمَّا بَعْدُ،

Kaum Muslimin Hafizhakumullah,

Ali RA meriwayatkan sebuah hadis, Nabi SAW pernah mengajarkan sebuah doa,

اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu.” (HR. At-Tirmidzi)

Semoga Allah SWT memperbaiki keadaan kaum muslimin, melapangkan rezeki kita, menganugerahkan keberkahan dalam kehidupan, serta memberikan kepada negeri ini para pemimpin yang amanah, adil, dan senantiasa mengutamakan kemaslahatan rakyat. Aamiin ya Rabbal ‘alamin…

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

 اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

 اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا.

يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ، بِرَحْمَتِكَ نَسْتَغِيثُ، أَصْلِحْ لَنَا شَأْنَنَا كُلَّهُ، وَلَا تَكِلْنَا إِلَى أَنْفُسِنَا طَرْفَةَ عَيْنٍ.

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قُلُوبَنَا عَلَى دِينِكَ، اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ القُلُوْبِ صَرِّفْ قُلُوْبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ

 اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ

 رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ.

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

 

*) Dimuat di Majalah Tabligh Edisi No. 09/XXIV | RABIUL AWWAL-RABIUL AKHIR 1448 H - SEPTEMBER 2026 M

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh Zemdega. Diberdayakan oleh Blogger.